Tugas mandiri 11 Analisis Ancaman Sektor terhadap Ketahanan Nasional

Nama: Regita Aulia Utami

Nim: 43125010266

ANALISIS ANCAMAN SEKTOR DIGITAL TERHADAP KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

I. Pendahuluan

​Latar Belakang: Di era Revolusi Industri 4.0, ruang siber telah menjadi domain kelima dalam perlindungan negara setelah darat, laut, udara, dan luar angkasa. Sektor digital tidak lagi sekedar menunjang komunikasi, melainkan tulang punggung ekonomi (e-commerce), administrasi negara (e-governance), dan alat diplomasi politik. Gangguan pada sektor ini dapat melumpuhkan sendi-sendi kehidupan bernegara dalam hitungan detik.

Rumusan Masalah: Apa saja bentuk ancaman digital yang paling krusial bagi Indonesia dan bagaimana dampaknya terhadap stabilitas nasional?

​Tujuan Penulisan: Mengidentifikasi ancaman digital dan menyusun strategi mitigasi untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

II. Konsep Dasar

​Definisi Ketahanan Nasional: Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan untuk menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan (TAHG) dari dalam maupun luar negeri.

​Hubungan Sektor Digital & Ketahanan Nasional: Sektor digital adalah akselerator bagi aspek Astagatra. Ketidakmampuan melindungi ruang siber berarti membiarkan “pintu belakang” negara terbuka sebagai serangan terhadap ekonomi, rahasia negara, hingga kedaulatan data pribadi warga negara.

III. Analisis Ancaman Sektor Digital

A. Identifikasi Ancaman

  1. Serangan Siber pada Infrastruktur Kritis (Cyber ​​Attack): Serangan terhadap sistem perbankan, jaringan listrik, atau database kependudukan.
    • Klasifikasi : Eksternal/Internal, Non-Fisik, Non-Militer.
  2. Perang Informasi (Hoax dan Disinformasi): Penyebaran konten manipulatif yang mengadu domba masyarakat.
    • Klasifikasi : Non-Fisik, Ancaman terhadap Ideologi dan Sosial Budaya.
  3. Ketergantungan dan Monopoli Teknologi Asing: Penggunaan perangkat keras dan lunak asing yang memiliki risiko backdoor untuk spionase.
    • Sumber : Negara maju yang menguasai teknologi dan korporasi global.

B. Dampak terhadap Ketahanan Nasional (Aspek Astagatra)

  • Aspek Politik: Disinformasi dapat merusak legitimasi pemilu dan memicu polarisasi tajam yang mengancam persatuan.
  • Aspek Ekonomi: Serangan ransomware pada perbankan dapat menghentikan arus transaksi nasional, menyebabkan kerugian finansial besar dan modal pengungsi.
  • Aspek Pertahanan & Keamanan: Kebocoran data intelijen atau sabotase sistem kendali militer secara digital dapat melumpuhkan pertahanan fisik negara tanpa satu butir peluru pun ditembakkan.

IV. Strategi dan Rekomendasi Peningkatan Ketahanan

​Untuk memperkuat kedaulatan digital, diperlukan 5 strategi konkret:

  1. Kedaulatan Data (Kedaulatan Data): Mewajibkan seluruh data strategis nasional disimpan di pusat data di dalam wilayah Indonesia (lokalisasi data).
  2. Peningkatan Literasi Digital: Memasukkan perilaku etika digital dan verifikasi informasi di tingkat pendidikan dasar untuk menangkal hoax.
  3. Penguatan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara): Meningkatkan anggaran dan teknologi pendeteksi dini ancaman siber yang bekerja 24/7.
  4. Kemandirian Teknologi (Open Source Initiative): Mengurangi ketergantungan pada vendor asing dengan mendukung pengembangan perangkat lunak lokal untuk instansi pemerintah.
  5. Regulasi Ketat (Implementasi UU PDP): Penegakan sanksi berat bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) yang gagal melindungi data masyarakat.

V. penutup

Kesimpulan : Ancaman digital adalah ancaman nyata yang bersifat tidak terlihat namun destruktif. Ketahanan nasional di sektor digital hanya dapat dicapai melalui sinergi antara regulasi pemerintah yang kuat, kesiapan teknologi, dan kesadaran kritis masyarakat dalam menggunakan ruang siber.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sikap Sebagai Warga Negara dalam Konteks Kampus mandiri 1

Studi Pustaka tentang Sistem Pemerintahan Berdasarkan UUD 1945 dan Literatur Ilmiah Tugas Mandiri 02

Tugas Terstruktur 6 Dan Mandiri 6